Skip to content

Sejarah

Sejarah dan Dinamika Pergerakan

1. Konsolidasi Relawan Pilpres 2024

PROGIB lahir dan terbentuk dari rahim pergerakan relawan yang menginginkan keberlanjutan estafet kepemimpinan nasional. Menjelang Pilpres 2024, organisasi ini mengonsolidasikan diri di berbagai daerah untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Mereka fokus merangkul masyarakat sipil dan memastikan visi Indonesia Emas 2045 tersampaikan ke tingkat daerah.

2. Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pertama

Sebagai penanda transisi dari sekadar “tim sukses” menjadi ormas yang terstruktur, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PROGIB menyelenggarakan Rapimnas ke-1 pada 5 Oktober 2024 di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Acara ini menjadi tonggak sejarah bagi PROGIB karena di sinilah arah gerak organisasi pasca-pemilu ditentukan.

3. Transformasi Menjadi Mitra Kritis

Dalam Rapimnas tersebut, Ketua Umum DPP PROGIB memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pengurus dan anggotanya. PROGIB tidak didesain untuk menjadi pendukung pemerintah yang “tutup mata”. Seluruh relawan diinstruksikan untuk tidak segan mengkritisi program dan kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran apabila dinilai melenceng dari janji kampanye. Hal ini menegaskan posisi PROGIB sebagai LSM yang objektif dan profesional.

4. Ekspansi dan Pembinaan Daerah (2024 – Sekarang)

Hingga saat ini, PROGIB terus memperluas jaringan kepengurusannya di tingkat Dewan Pengurus Cabang (DPC). Pemerintah daerah, melalui Bakesbangpol, secara rutin melakukan survei dan pembinaan terhadap sekretariat PROGIB di wilayah masing-masing (seperti yang dilakukan di Lamongan pada awal Februari 2025) untuk memastikan kolaborasi ormas ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan iklim pembangunan yang merata di daerah.