Kiprah Febrio Martha Mustafa sebagai Motor Penggerak Projo Muda
KEPEMIMPINAN pemuda dalam panggung politik nasional Indonesia telah mengalami evolusi signifikan, bergeser dari peran periferal menjadi poros strategis pengambilan keputusan.
Dalam konstelasi ini, sosok Febrio Martha Mustafa, S.Sos., M.Kesos., muncul sebagai representasi hibrida antara intelektualitas akademis, pengalaman lapangan di tingkat legislatif daerah, dan penguasaan manajerial dalam organisasi relawan berskala nasional.
Sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo Muda sekaligus Ketua Bidang Pemuda Milenial dan Gen-Z di DPP Projo, Febrio memegang kendali atas instrumen mobilisasi massa yang paling krusial dalam politik kontemporer: suara generasi muda.
Perjalanan karier Febrio mencerminkan narasi mobilitas vertikal yang terstruktur. Dimulai dari akar pergerakan mahasiswa di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), berlanjut ke kursi parlemen di Kabupaten Tanggamus, hingga akhirnya menduduki posisi strategis di lingkaran utama pendukung pemerintahan, profilnya menawarkan studi kasus yang kaya mengenai bagaimana modal sosial dan modal intelektual dikonversi menjadi pengaruh politik.
Fondasi Akademis dan Intektualitas: Perspektif Kesejahteraan Sosial dalam Politik
Kualitas kepemimpinan seringkali berakar pada kedalaman pemahaman teoretis terhadap masalah-masalah sosial.
Febrio Martha Mustafa membangun fondasi kepemimpinannya melalui pendidikan formal yang sangat spesifik dan relevan dengan problematika bangsa. Gelar Sarjana Sosial (S.Sos.) dan Magister Kesejahteraan Sosial (M.Kesos.) yang ia sandang memberikan keunggulan komparatif dibandingkan politisi muda pada umumnya yang hanya mengandalkan popularitas.
Ilmu Kesejahteraan Sosial, khususnya pada tingkat magister, membekali Febrio dengan kemahiran dalam analisis kebijakan publik, manajemen intervensi sosial, dan pemahaman mendalam mengenai sistem jaring pengaman sosial.
Dalam konteks politik Indonesia, di mana isu kemiskinan, ketimpangan, dan akses terhadap layanan dasar masih menjadi tantangan utama, latar belakang akademis ini memungkinkan Febrio untuk merumuskan program-program kerja di Projo Muda yang tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menyentuh kebutuhan substansial konstituen muda.
Ia mampu menerjemahkan visi besar pemerintah mengenai kesejahteraan rakyat ke dalam bahasa yang operasional dan dapat diterima oleh generasi milenial dan Gen-Z yang cenderung lebih kritis dan skeptis terhadap janji politik.
Masa Pengabdian Legislatif: Dialektika Teori dan Praktis di DPRD Tanggamus
Sebelum berkiprah secara intensif di Jakarta, Febrio Martha Mustafa terlebih dahulu menempa diri di kancah politik daerah.
Pengalamannya sebagai Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus periode 2019-2024 melalui Partai Nasdem merupakan fase krusial di mana ia belajar mengenai kompleksitas birokrasi, penyusunan anggaran, dan advokasi kebijakan di tingkat akar rumput.
Mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) dan Tanggung Jawab Konstituen
Febrio resmi dilantik sebagai anggota legislatif pada 25 Agustus 2020 melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW), menggantikan almarhum Suhartono.
Proses PAW ini seringkali menjadi ujian bagi seorang politisi untuk menunjukkan kesiapannya dalam melanjutkan mandat yang terputus. Febrio berhasil mengambil alih estafet kepemimpinan tersebut dengan fokus pada Daerah Pemilihan (Dapil) 4, sebuah wilayah yang menantang secara geografis dan sosiologis di Lampung.
Dapil 4 Kabupaten Tanggamus meliputi tiga kecamatan utama:
- Air Naningan: Wilayah yang dikenal dengan potensi agrikultur dan tantangan infrastruktur pedesaan.
- Pulau Panggung: Pusat kegiatan ekonomi lokal yang membutuhkan penguatan UMKM dan pasar.
- Ulu Belu: Wilayah strategis penghasil energi panas bumi, yang menuntut keseimbangan antara eksploitasi sumber daya alam dengan kesejahteraan masyarakat lokal.
Selama masa jabatannya, Febrio dihadapkan pada realitas di mana teori kesejahteraan sosial yang dipelajarinya di bangku kuliah harus diterapkan untuk memecahkan masalah nyata, mulai dari akses air bersih hingga perbaikan jalan produksi bagi petani kopi di Ulu Belu.
Pengalaman ini membentuk karakternya sebagai pemimpin yang tidak hanya pandai berwacana di tingkat nasional, tetapi memahami denyut nadi persoalan di pedesaan.
Sumber: https://projo.or.id/mengawal-aspirasi-generasi-baru-kiprah-febrio-martha-mustafa-sebagai-motor-penggerak-projo-muda/
